Saturday, December 31, 2011

MEMAKNAI SYAHADAT KITA @MABIT MQS


Setelah Mabit Semalam di Mesjid Baitul Ihsan, Bank Indonesia... 
Insya allah banyak ilmu yang ana dapat disitu..
meskipun sebenarnya banyak yang gak ana catat,, :D *meski tak tercatat tapi tetap semangat* tp alhamdulillah udah ada sahabat yg telah mempostingnya di blog... insya allah di sini saya coba share juga,,, moga bermanfaat buat sahabat semua...

TEMA : MEMAKNAI SYAHADAT KITA
Oleh Ust. Salim A Fillah
berikut point2 nya .. monggo.. :
1. Mengikat iman dengan pemahaman (ilmu)

Bahwa iman yang hanya disandarkan pada (kejadian) keajaiban-keajaiban mungkin menggelora, tapi sangat rentan. Maka menjadi penting untuk mengikat keimanan itu dengan ilmu. Itulah mengapa wahyu pertama yang turun adalah Iqra; bacalah. Dan adanya kewajiban menuntut ilmu seumur hidup. Itu dapat diartikan bahwa syahadat kita adalah ilmu.


2. Memaknai syahadat dengan perpisahan.
Yaitu berpisah dengan segala sesuatu selain Allah,dan segala perbuatan yang menjauhkan kita dari Allah swt.

3. Kebersamaan.
Yaitu menetapkan kebersamaan dengan Allah swt semata.
Kebersamaan dengan Allah mampu memberikan kekuatan
"Rabbku bersamaku, ia akan meberi petunjuk kepadaku (Musa as)
Kebersamaan dengan Allah memunculkan keberanian dan ketaatan
'Kalau ini perintah Allah, maka Allah tidak akan menyia-nyiakan aku" (Hajar ketika ditinggal Nabi Ibrahim as di padang yang gersang) 
Sekaligus memaknai kebersamaan dalam hal ini adalah kebersamaan dengan orang-orang beriman dan segala perbuatan yang mendatangkan keridhaan Allah swt.

4. Perlombaan
Berlomba dalam hal kebaikan adalah pemaknaan syadahah secara aplikatif (fastabiqul khairat)

5. Dakwah
Karena sejatinya dakwah itu memperbaiki diri sendiri disamping mengajak orang lain dalam keimanan dan kebaikan.
Kaidah dakwah yang benar adalah jangan pernah merasa yang memiliki petunjuk.

Menjadi Da'i adalah memperbaiki diri; agar prasangka tak mengalahkan akhlaq; agar rasa benci tak mengalahkan sikap adil, Menjadi Da'i adalah memperbaiki diri;agar tak jadi penggunjing,tp pendamping;agar tak menambah putus asa,tp membawa cahaya, Menjadi Da'i adalah memperbaiki diri; agar tak jadi pencibir, tapi penyabar; agar tak jadi pencela, tapi penyapa..
(@salimafillah)



Wallahu'alam bishawab.


 twitter on @salimafillah

Friday, May 20, 2011

Biarkan Cinta Menyapa

Apakah cinta itu...?
Mereka yang tidak menyukainya, menyebutnya tanggung jawab
Mereka yang bermain dengannya, menyebutnya sebuah permainan
Mereka yang tidak memilikinya, menyebutnya sebuah impian..
Mereka yang mencintai, menyebutnya takdir
Kadang Tuhan yang mengetahui yang terbaik, akan memberi kesusahan untuk menguji kita.
Kadang Ia melukai hati, supaya nikmat-Nya bisa tertanam dalam
Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan dibaliknya. alasan yang sulit untuk dimengerti, namun kita tetap harus percaya bahwa ketika Ia mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik
Mengapa menunggu ?
Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa
Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak ingin sembrono
Karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita cintai, kita tidak ingin kehilangan jati diri kita dalam proses pencarian itu
Jika ingin berlari, belajarlah berjalan dahulu,
Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu,
Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dahulu,
Pada akhirnya, lebih baik menunggu orang yang kita inginkan, ketimbang memilih apa yang ada
Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai, ketimbang memuaskan diri dengan apa yang ada
Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat, karena hidup ini terlampau singkat untuk dilewatkan bersama orang yang salah, karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan misterius.
Perlu kau ketahui bahwa bunga tidak mekar dalam waktu semalam,
Kota Roma tidak  dibangun dalam waktu sehari,
Kehidupan dirajut dalam rahim selama  sembilan bulan,
Cinta yang agung terus bertumbuh selama kehidupan,
Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama, dan penantian kita tidaklah sia-sia,
Walaupun menunggu membutuhkan banyak hal- Iman, keberanian, dan pengharapan - penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorangpun bayangkan.
Pada akhirnya, Tuhan dalam segala nikmat-Nya. Meminta kita menunggu, karena alasan yang penting.
"Adapun orang yang melampaui batas; dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggalnya. Dan adapun orang-orang yang takut kehilangan kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, sesungguhnya surgalah tempatnya. (QS. An-naaziaat:37-41)
"